Silaturrahmi dalam Islam: Menyambung yang Putus, Meraih Ridho Allah

Silaturrahmi sering dianggap sekadar kegiatan halal bihalal saat Lebaran. Padahal, dalam ajaran Islam, maknanya jauh lebih luas dan mendalam. Sebuah kajian ilmiah mengungkap bahwa silaturrahmi adalah amalan mulia yang mencakup segala bentuk kebaikan sosial dan moral tanpa batasan waktu.

Makna Hakiki Silaturrahmi

Hakikat silaturrahmi bukanlah membalas kunjungan atau pemberian. Sebuah hadits riwayat Imam Bukhari menegaskan bahwa seseorang disebut bersilaturrahmi jika ia menyambung kembali hubungan yang telah terputus. Artinya, tetap berbuat baik kepada kerabat yang memutus tali persaudaraan, bukan hanya membalas budi kepada yang sudah baik.

Silaturrahmi juga memiliki arti universal, yaitu segala perbuatan baik kepada orang lain, baik berbentuk materi maupun moral. Kegiatan ini tidak terbatas pada keluarga sedarah, tetapi juga kepada tetangga, sahabat, bahkan seluruh manusia selama tidak memusuhi.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Perintah silaturrahmi termaktub jelas dalam QS. An-Nisa’ ayat 36. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, hingga ibnu sabil dan hamba sahaya.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa persaudaraan dalam Islam ibarat satu tubuh. Jika satu anggota sakit, seluruh tubuh merasakannya. Karena itu, memutus silaturrahmi adalah perbuatan tercela. Bahkan, orang yang memutus tali persaudaraan diancam tidak akan masuk surga.

Adab-Adab SilaturrahmiAgar silaturrahmi bernilai ibadah, ada lima adab yang harus diperhatikan:

  • Niat ikhlas karena Allah, bukan karena riya’ atau ingin dipuji.
  • Mengharap ridho Allah SWT, bukan imbalan duniawi.
  • Memulai dari kerabat terdekat, Rasulullah menyebut ibu tiga kali lebih utama.
  • Tidak mengharap imbalan, memberi tanpa pamrih.
  • Bersabar dan tetap berbuat baik meskipun disakiti.

Umat Islam juga dilarang mendiamkan saudara lebih dari tiga hari. Setelah batas itu, wajib kembali menjalin komunikasi yang baik.

Manfaat Silaturrahmi

  • Silaturrahmi mendatangkan banyak manfaat, antara lain.
  • Mendapat ridho Allah SWT: Puncak kebahagiaan seorang muslim.
  • Keberkahan umur: Umur yang diisi kebaikan terasa lebih panjang dan bermakna.
  • Nama baik abadi: Kebaikan seseorang akan selalu dikenang.
  • Dijanjikan surga: Terhindar dari neraka sebagaimana sabda Rasulullah.Sebaliknya, memutus silaturrahmi hanya akan menimbulkan permusuhan, adu domba, dan rasa takut dalam masyarakat.

Hidupkan Silaturrahmi di Era Modern

Kesibukan sering menjadi alasan seseorang melupakan silaturrahmi. Padahal, amalan ini justru mencegah perpecahan. Silaturrahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik tatap muka maupun melalui media komunikasi, selama didasari niat ikhlas dan kasih sayang.

Dengan bersilaturrahmi, seorang muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menebarkan kedamaian di bumi. Mari sambung kembali tali persaudaraan yang sempat putus, karena di situlah letak keberkahan hidup.

Sumber: Nasrullooh, Z. Z., & Suharyat, Y. (2023). Silaturrahmi Fiil Qur’an Wal Hadits. Student Research Journal, 1(2), 113-124.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *